Minggu, 16 Agustus 2009

arsenal

Hleb Menyesal Tinggalkan Arsenal
Aliaksandr Hleb (kiri) saat masih membela Arsenal. Ia menyesal meninggalkan klub tersebut musim lalu.

Senin, 17/8/2009 | 09:13 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Menjadi bagian dari tim terbaik Eropa dan menjuarai Liga Champions bersama Barcelona ternyata tak membuat Aliaksandr Hleb gembira. Ia masih merasa menyesal meninggalkan Arsenal musim lalu.

Musim lalu Hleb memutuskan pindah ke Camp Nou dengan harapan meraih prestasi lebih baik bersama "El Barca". Namun, gelandang serang Belarusia itu justru tak mendapat tempat dalam skuad bentukan Pelatih Josep Guardiola. Ia hanya tampil sebanyak 17 kali main sebagai starter dan 15 kali sebagai penggati. Akibatnya, musim ini ia bersedia dipinjamkan ke klub lamanya, VfB Stuttgart, agar tetap memperoleh kesempatan bermain reguler.

"Tentu saja aku menyesal meninggalkan Arsenal," kata pemain yang sudah bermain selama tiga tahun untuk klub asal London utara itu. "Bagiku, meninggalkan Arsenal bukan kepindahan baik. Pemain hanya dapat eksis ketika dia bermain di lapangan dan membuat kontribusi nyata bagi tim."

"Meskipun aku menjadi bagian dari skuad Barca yang nyaris tak terkalahkan, sulit merasakan kegembiraan dan selebrasi di akhir musim. Barca adalah klub impianku sejak kecil, tapi aku tidak dapat melanjutkan dengan mereka jika peluang bermain tidak ada," ujar pemain 28 tahun itu.

Bagi Hleb, gelar juara itu tak dapat membeli rasa kepuasannya bermain rutin dalam sebuah klub. Andai masih berada di bawah asuhan pelatih Arsene Wenger, pasti saat ini ia akan selalu mendapat kesempatan bermain bersama "The Gunner". Ia merasa berutang budi kepada pelatih yang disebutnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia itu.

"Aku berkembang semakin baik di setiap laga bersamanya (Wenger) dan kondisi fisikku semakin kuat, belajar dan bermain passing lebih baik serta mengalami kemajuan luar biasa sebagai pemain tim. Tak ada seorang pun yang menjadi buruk di bawah Wenger," ungkapnya.

Hleb tak dapat melupakan "The Gunners" dan berharap klub tersebut dapat meraih trofi setelah empat tahun puasa gelar juara. Ia juga tak setuju jika ada pihak yang mengkritik metode yang diterapkan Wenger untuk menyusun kekuatan tim. Menurutnya, musim lalu Arsenal gagal tampil maksimal karena banyak pemain pilar cedera.

"Orang lupa rekor panjang tak pernah kalah yang mereka catat setelah Natal musim lalu, yang merupakan pertanda di musim ini," tegasnya. (TLG)

Dibaca : 7830 | Dikomentar : 0

LHW

Together We Stand Against Terrorism! KOMPAS.com support #IndonesiaUnite

0 komentar:

Poskan Komentar